Sentral Tenunan Toraja Sa’dan To’Barana

Sa’dan To’Barana terletak di Desa Sa’dan Malimbong kecamatan Sa’dan, berjarak sekira 16 km sebelah utara kota Rantepao berada ketinggian 846 m dpl dengan posisi koordinat S 02°54’36.2” dan E 119°56’38.2”.

Di tempat ini terdapat Tongkonan (rumah tradisional) dan alang (lumbung padi) yang merupakan milik bangsawan Langi’ Para’pak yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan dimasa lampau.

Sa’dan To’Barana dikenal sebagai pusat tenun tradisional Toraja. Selain itu memiliki pemandangan indah yang dikelilingi oleh Sungai Sa’dan.

Sa nenek manggaraga bannang

Para pengrajin masih menggunakan alat tenun tradisional.  Alat tenun yang digunakan terbuat dari bahan kayu dan batang bambu. Bahkan benang yang merupakan bahan dasar membuat kain tenun ini juga diproduksi dengan cara yang masih tradisional yaitu alat pemintal benang yang terbuat dari bahan kayu.

Bahan yang digunakan membuat benang ada 2 jenis yaitu kapas dan serat nenas. Sayang, serat dari nenas ini sudah langka, hal ini di karenakan sulit mencari serat nenas sekarang. Sehingga sekarang, dominan di pintal adalah serat dari kapas. Untuk proses pewarnaan pada kain tenun ini menggunakan bahan bahan alami. Misalnya menggunakan warna merah dari kulit pelepa dan warna hijau dari daun.

Yeni Bulo (36) salah satu penenun tradisional toraja sedang menenun, kedua kakinya diluruskan sehingga telapak kakinya menjejak balok kayu yang diletakkan di bawah alat tenun. Jejakan itu membuat benang-benang tenun berwarna biru, dan merah marun itu menegang. Dengan cekatan tangannya memasukkan bilah kayu yang ”membawa” untaian benang saling menelisik, dan sreett… ketika ditarik, jalinan itu membentuk kain tenun yang makin lama makin panjang. Untuk membuat sebuah kain tenun dibutuhkan waktu seminggu imbuhnya.

Sa tanta ma'tannun

Yang menjadi keistimewaan dari kain tenun Toraja adalah motif, warna dan tekstur kainnya yang khas yang berbeda dari kain tenun dari daerah lain di Indonesia.

Adapun motif garis-garis vertikal ,paruki dan parumba merupakan motif yang sering dibuat. Sedangkan warna yang diguna-kan biasanya warna-warna gelap seperti hitam, cokelat, biru tua dan merah. Dahulu, kain tenun Toraja biasa digunakan dalam pesta-pesta adat. Namun, kini kain tenun ini dapat dipakai oleh siapa saja dan kapan saja.

Selain berbagai motif, kita juga bisa menemukan berbagai rupa dari tenun Toraja yang sudah jadi, berupa slayer,taplak meja, dan selendang, Bahkan Sampai saat ini, kerajinan kain tenun masih menjadi mata pencaharian yang potensial bagi masyarakat Toraja.

Share on Facebook0Email this to someoneTweet about this on Twitter0Share on Google+0Print this page

One comment

Leave a Reply