Ma’Nene’ Ritual Pembersihan Mayat Leluhur Toraja

Toraja sudah dikenal dengan budayanya yang unik yaitu Rambu Tuka dan Rambu Solo’. Selain itu ada juga keunikan yang lain yang hanya dilakukan di daerah tertentu di Toraja yakni adanya upacara adat mengganti pakaian mayat para leluhurnya. Upacara ini dikenal dengan nama, Ma’nene.

Dibilang unik dan khas, mengingat ritual Ma’nene dilakukan khusus oleh masyarakat Baruppu, Toraja Utara. Ritual Ma’nene dilakukan setiap 3 tahun sekali.

Upacara Ma’nene hanya boleh dilaksanakan setelah panen. Musim panen yakni jatuh pada bulan Agustus-September.

Masyarakat adat Toraja percaya jika ritual Ma’nene tidak dilakukan sebelum masa panen, maka sawah-sawah dan ladang mereka akan mengalami kerusakan dengan banyaknya tikus dan ulat yang datang tiba-tiba.

Sejarah ritual Ma’nene ini berawal dari seorang pemburu binatang bernama Pong Rumasek, yang datang ke hutan pegunungan Balla. Saat itu, Pong menemukan sebuah jasad manusia yang telah meninggal dunia dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. Oleh Pong Rumasek, jasad itu dibawanya dan dikenakan pakaian yang layak untuk dikuburkan di tempat aman.

Semenjak dari itu, Pong Rumasek berturut-turut mendapatkan berkah. Tanaman pertanian miliknya panen lebih cepat dari waktu biasanya. Saat dia berburu pun kerap kali mendapatkan perburuannya dengan mudah. Dan saat berburu di hutan, Pong Rumasek sering bertemu dengan arwah yang dirawatnya yang kemudian arwah tersebut ikut membantu dalam perburuan Pong Rumasek sebagai petunjuk jalannya.

Dengan adanya peristiwa tersebut, Pong Rumasek beranggapan bahwa jasad orang yang telah meninggal sekalipun harus tetap harus dirawat dan dihormati, meskipun jasad tersebut sudah tidak berbentuk lagi.

Pong Rumasek lalu mewariskan amanahnya kepada penduduk Baruppu. Dan oleh penduduk Baruppu, amanah Pong tetap terjaga dengan terus dilaksanakannya ritual Ma’nene tersebut.

Prosesi Ma’nene itu sendiri diawali dengan mengunjungi lokasi tempat dimakamkan para leluhur masyarakat setempat . Para mayat leluhur mereka disimpan di dalam peti.

foto ma'nene3

Sebelum dibuka dan di angkat dari peti, para tetua yang biasa dikenal dengan nama Ne’ Tomina Lumba, membacakan doa dalam bahasa Toraja Kuno.

foto ma'nene4

Setelah itu, mayat tersebut diangkat dan mulai dibersihkan dari atas kepala hingga ujung kaki dengan menggunakan kuas atau kain bersih.

foto ma'nene1

Setelah itu, barulah mayat tersebut dipakaikan baju yang baru dan kemudian kembali dibaringkan di dalam peti tadi.

Selama prosesi tersebut, sebagian kaum lelaki membentuk lingkaran menyanyikan lagu dan tarian yang melambangkan kesedihan. Lagu dan gerak tarian tersebut guna untuk menyemangati para keluarga yang ditinggalkan.

Apabila anda membutuhkan informasi waktu pelaksanaan Upacara Ma’ Nene atau ingin mengunjungi Toraja untuk menyaksikan Upacara Ma’nene anda dapat menghubungi Dinas Pariwisata Toraja Utara di http://visittorajautara.info

atau menghubungi

Wisata Toraja

PT Wisata Toraja Sejahtera

CP: 085298401595

email : wisatatorajas@gmail.com , tourtoraja@gmail.com

website www.tourtoraja.com

 

Share on Facebook0Email this to someoneTweet about this on Twitter0Share on Google+0Print this page

Leave a Reply