Londa, Kuburan Gua Alam Khas Toraja

Londa terletak di desa Sendan Uai, Kecamatan Sanggalangi, yang berjarak 7 kilometer di sebelah selatan kota Makale, ibu kota kabupaten Tana Toraja dengan ketinggian 826 meter dari permukaan laut dengan posisi koordinat S 03°00’53.4” dan E 119°52’33.1”.

Londa adalah salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi para wisatawan. Di dalam gua ini terdapat ratusan tengkorak dan ribuan tulang belulang yang sebagian sudah berumur ratusan tahun. Terdapat juga peti-peti mati yang masih baru. Walaupun demikian, udara di dalam gua terasa sejuk dan tidak berbau.

Londa 1 webGoa Londa adalah kuburan pada sisi batu karang terjal, salah satu sisi dari kuburan itu berada di ketinggian dari bukit mempunyai gua yang dalam dimana peti-peti mayat/erong diatur dan dikelompokkan berdasarkan garis keluarga. Di sisi lain, daripuluhan tau-tau berjejer di depan liang kubur

Londa memiliki dua gua yang dapat dimasuki oleh pengunjung. Menurut guide setempat bahwa dua gua ini sebenarnya saling berhubungan, tetapi pengunjung harus setengah merayap. Panjang gua ini sekitar 1.000 meter.

Kisah Romeo-Juliet

Gua Londa memiliki kisah romantik Romeo-Juliet versiToraja. Dikisahkan, ada sepasang kekasih yang dilarang berhubungan lebih lanjut dan kemudian bunuh diri. Kisah bunuh diri mereka ada dua versi. Versi pertama mengatakan mereka terjun dari tebing, tapi ada yang mengatakan mereka menggantung diri. Di gua Londa, tulang belulang sepasang kekasih ini diletakkan berdekatan.
Londa 3 web

Di atas pintu masuk goa di Londa terdapat patung-patung orang yang jenazahnya diletakkan di dalam goa. Patung-patung itu disebut tau-tau dalam bahasaToraja. Tau-tau adalah patung miniature dari jenazah yang dikuburkan di dalam gua. Hanya kalangan yang memiliki strata social tinggi yang dibuat patung miniaturnya. Tau-tau yang berusia puluhan bahkan ratusan tahun ini rawan pencurian mengingat harganya tinggi karena nilai seni dan budayanya.

Londa 2 webDalam waktu tertentu, masyarakat Toraja datang ke Goa Londa untuk ziarah ke makam para leluhur mereka. Ketika berada di dalam goa, mereka tak hanya berdoa, melainkan juga mempersembahkan sesaji, seperti sirih, pinang, serta aneka bunga. Seringkali, mereka membawa sesaji yang diyakini sebagai kesukaan dari sang mendiang, seperti rokok, sepiring makanan, serta sebotol air putih.

Tiket masuk untuk wisatawan local Rp. 10.000 dan Rp. 20.000 untuk wisatawan asing

Kita dapat menyewa lampu petromaks bersama dengan pemandu lokal yang siap menemani dan memberikan penjelasan dengan membayar Rp 25.000,- Para pemandu ini biasanya masih mempunyai hubungan keluarga dengan jazad orang-orang yang diletakkan di dalam gua, sehingga mereka dapat menjelaskan kisah-kisah yang terkait dengan jenazah di tempat itu.

 

Share on Facebook0Email this to someoneTweet about this on Twitter0Share on Google+0Print this page

Leave a Reply